eks ini biasanya digunakan untuk mempermudah saat belajar. Untuk membuatnya, penulis perlu membaca keseluruhan teks asli, juga harus membaca dengan cermat dan jeli. Saat menulis ikhtisar, harus memperhatikan penulisan, karena kalimat yang digunakan tidak terlalu panjang. Dengan kata lain, penulis sebaiknya bisa menuliskan kembali dengan padat dan tanpa menghilangkan tema dan topik.
Ikhtisar berbentuk teks pendek, sehingga harus menggunakan kalimat efektif. Hal ini sejalan dengan definisinya dalam KBBI, yaitu pemandangan secara ringkas (yang penting-penting saja). Ikhtisar tidak memperhatikan urutan pada teks asli. Jadi, dapat dikatakan bahwa ikhtisar hanya mementingkan peringkasan materi pada teks sebelumnya.
Berikut contoh teks ikhtisar!
Teks asli
Beribu–ribu tahun yang lalu, tanah Parahyangan dipimpin seorang raja dan ratu yang mempunyai anak bernama Dayang Sumbi. Pada saat ia menenun, ia merasa lemas dan pusing. Lalu ia menjatuhkan pintalannya dan kemudian ia bersumpah bahwa siapa yang akan mengambilkannya, dia akan menikahinya. Pada saat itu, seekor anjing yang mengambilkannya. Mereka pun menikah, lalu dikaruniai seorang anak bernama Sangkuriang. Pada suatu hari, Dayang Sumbi menyuruh anaknya dan Tumang mencari rusa. Sangkuriang berputus asa tetapi ia tidak ingin mengecewakan ibunya, kemudian Sangkuriang memanah Tumang dan membawanya kepada ibunya.
Tiba-tiba Dayang Sumbi teringat pada Tumang, dan ia menanyakan kepada anaknya. Sangkuriang pun bercerita yang sebenarnya. Dayang Sumbi marah dan memukul Sangkuriang hingga pingsan. Kemudian Dayang Sumbi diusir. Setelah dewasa, Sangkuriang pergi melihat dunia luar. Ia bertemu dengan gadis cantik yang tidak lain adalah ibunya sendiri. Sangkuriang telah jatuh cinta pada gadis itu dan kemudian Sangkuriang melamarnya. Pada saat akan menikah Dayang Sumbi mengelus dahi Sangkuriang kemudian Dayang Sumbi sadar bahwa yang akan menikahinya adalah anaknya sendiri.
Ikhtisar
Dayang Sumbi ingin pernikahannya gagal, oleh sebab itu ia pun mengajukan syarat yang tak mungkin dikabulkan Sangkuriang, yaitu: harus membuat sebuah bendungan yang mengelilingi bukit dan membuat perahu untuk menyusurinya. Pekerjaan Sangkuriang hampir selesai namun fajar terbit lebih cepat dari biasanya. Sangkuriang pun merasa kalau dirinya ditipu. Kemudian Sangkuriang menjadi sangat marah dan ia mengutuk Dayang Sumbi sambil menendang perahu hingga terbalik yang kemudian membentuk “Tangkuban Perahu”.
Dapat dilihat bahwa kalimat yang digunakan adalah kalimat kompleks. Hal ini disebabkan oleh tujuan ikhtisar yang ingin mempersingkat teks asli tanpa menghilangkan tema dan topik dari teks asli. Kalimat kompleks digunakan untuk mencakup maksud dari teks asli dalam satu kalimat sehingga kalimat yang digunakan dalam teks ini padat. Selain itu, kalimat kompleks juga membuat kalimat yang digunakan dalam ikhtisar tidak terlalu banyak. Kalimat yang digarisbawahi adalah contoh kalimat kompleks.
Hikayat merupakan salah satu karya sastra lama yang berbentuk prosa yang didalamnya mengisahkan tentang kehidupan dari keluarga istana, kaum bangsawan atau orang-orang ternama dengan segala kehebatan, kesaktian ataupun kepahlawanannya. Di dalamnya juga diceritakan tentang kekuatan, mukjizat dan segala keanehannya.
Hikayat berasal dari bahasa Arab, yakni haka yang mempunyai arti bercerita atau menceritakan. Fungsi dari hikayat adalah sebagai pembangkit semangat, penghibur atau pelipur lara, atau hanya untuk meramaikan suatu pesta.
Terkadang, hikayat ini mirip dengan cerita sejarah yang isinya banyak terdapat hal-hal yang tidak masuk akal dan penuh dengan keajaiban.
Hikayat mulai berkembang pada masa Melayu klasik, sehingga banyak kata yang digunakan dalam hikayat mengandung bahasa Melayu klasik yang terkadang susah untuk dimengerti.
Ciri-ciri Hikayat
Image Source: bp.blogspot.com
• Hikayat termasuk dalam jenis prosa lama yang mempunyai beberapa ciri, diantaranya:
• Hikayat menggunakan bahasa Melayu lama
• Istana sentries, artinya pusat ceritanya berada didalam lingkungan istana
• Pralogis, artinya banyak cerita didalam hikayat tidak dapat di terima oleh akal
• Statis, artinya bersifat kaku dan tetap
• Anonim, artinya tidak jelas siapa yang mengarang hikayat tersebut
• Hikayat menggunakan kata arkhais, yakni kata-kata yang saat ini sudah tidak lazim digunakan, seperti syahdan dan sebermula.
Unsur-unsur Hikayat
Image Source: teropong.id
Unsur-unsur yang terdapat dalam hikayat sebenarnya tidak jauh berbeda dengan jenis prosa lama yang lainnya. Hikayat dibangun oleh dua unsur, yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.
Unsur intrinsik dalam hikayat adalah unsur yang membangun cerita tersebut dari dalam. Sedangkan, unsur ekstrinsik adalah unsure yang membangun cerita tersebut dari luar.
Berikut ini adalah unsur-unsur intrinsik yang membangun sebuah hikayat:
• Tema, tema adalah gagasan yang mendasari sebuah cerita.
• Latar,latar adalah tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam suatu cerita.
• Alur, alur adalah jalinan peristiwa dalam sebuah cerita.
• Amanat, amanat adalah suatu pesan yang disampaikan oleh pengarang melalui sebuah cerita.
• Tokoh, tokoh adalah pemeran di dalam cerita. Penokohan merupakan penggambaran watak seorang tokoh.
• Sudut pandang,sudut pandang adalah pusat pengisahan darimana suatu cerita dikisahkan oleh si pencerita.
• Gaya, gaya ini berhubungan dengan bagaimana si penulis menyajikan suatu cerita dengan menggunakan bahasa dan unsur-unsur keindahan lainnya.
Sedangkan unsur-unsur ekstrinsik dari hikayat biasanya berhubungan dengan latar belakang cerita, misal seperti latar belakang agama, adat, budaya dan lain-lain.
Unsur ekstrinsik tersebut juga berhubungan dengan nilai/norma kehidupan dalam cerita, contohnya seperti nilai moral, nilai agama, nilai sosial, nilai budaya dan lain-lain.
Contoh Hikayat
Image Source: bp.blogspot.com
“Hikayat Burung Cendrawasih”
Sahibul hikayat telah diriwayatkan dalam Kitab Tajul Muluk, mengisahkan seekor burung yang bergelar burung cenderawasih. Adapun asal usulnya bermula dari kayangan.
Menurut kebanyakan orang lama yang arif mengatakan ianya berasal dari syurga dan selalu berdamping dengan para wali. Memiliki kepala seperti kuning keemasan.
Dengan empat sayap yang tiada taranya. Akan kelihatan sangat jelas sekiranya bersayap penuh adanya. Sesuatu yang sangat nyata perbedaannya adalah dua antena atau ekor ‘areil‘ yang panjang di ekor belakang.
Barangsiapa yang melihatnya pastilah terpegun dan takjub akan keindahan dan kepelikan burung cenderawasih.
Amatlah jarang sekali orang memiliki burung cenderawasih. Ini kerana burung ini bukanlah berasal dari bumi ini. Umum mengetahui bahawa burung Cenderawasih ini hanya dimiliki oleh kaum kerabat istana saja.
Hatta mengikut sejarah, kebanyakan kerabat-kerabat istana Melayu mempunyai burung cenderawasih. Mayoritas para peniaga yang ditemui mengatakan ia membawa tuah yang hebat.
Syahdan dinyatakan lagi dalam beberapa kitab Melayu lama, sekiranya burung cenderawasih turun ke bumi nescaya akan berakhirlah hayatnya.
Dalam kata lain burung cenderawasih akan mati sekiranya menjejak kaki ke bumi. Namun yang pelik lagi ajaibnya, burung cenderawasih ini tidak lenyap seperti bangkai binatang yang lain.
Ini kerana ia dikatakan hanya makan embun syurga sebagai makanannya. Malahan ia mengeluarkan bau atau wangian yang sukar untuk diperkatakan. Burung cenderawasih mati dalam pelbagai keadaan. Ada yang mati dalam keadaan terbang, ada yang mati dalam keadaan istirahat dan ada yang mati dalam keadaan tidur.
Walau bagaimanapun, Melayu Antique telah menjalankan kajian secara rapi untuk menerima hakikat sebenarnya mengenai Burung Cendrawasih ini.
Mengikut kajian ilmu pengetahuan yang dijalankan, burung ini lebih terkenal di kalangan penduduk nusantara dengan panggilan Burung Cenderawasih.
Bagi kalangan masyarakat China pula, burung ini dipanggil sebagai Burung Phoenix yang banyak dikaitkan dengan kalangan kerabat istana Maharaja China.
Bagi kalangan penduduk Eropa, burung ini lebih terkenal dengan panggilan ‘Bird of Paradise‘. Secara faktanya, asal usul burung ini gagal ditemui atau didapat hingga sekarang.
Tiada bukti yang menunjukkan ianya berasal dari alam nyata ini. Namun satu lagi fakta yang perlu diterima, burung cenderawasih turun ke bumi hanya di Irian Jaya (Papua sekarang), Indonesia saja.
Tetapi yang pelik namun satu kebenaran burung ini hanya turun seekor saja dalam waktu tujuh tahun. Dan ia turun untuk mati.
Sesiapa yang menjumpainya adalah satu tuah. Oleh itu, kebanyakan burung cenderawasih yang anda saksikan mungkin berumur lebih dari 10 tahun, 100 tahun atau sebagainya. Kebanyakkannya sudah beberapa generasi yang mewarisi burung ini.
Telah dinyatakan dalam kitab Tajul Muluk bahawa burung cenderawasih mempunyai pelbagai kelebihan. Seluruh badannya daripada dalam isi perut sehinggalah bulunya mempunyai khasiat yang misteri. Kebanyakannya digunakan untuk perubatan. Namun ramai yang memburunya kerana ‘tuahnya’.
Burung cenderawasih digunakan sebagai ‘pelaris’. Baik untuk pelaris diri atau perniagaan. Sekiranya seseorang memiliki bulu burung cenderawasih sahaja pun sudah cukup untuk dijadikan sebagai pelaris.
Mengikut ramai orang yang ditemui memakainya sebagai pelaris menyatakan, bulu burung cenderawasih ini merupakan pelaris yang paling besar.
Hanya orang yang memilikinya yang tahu akan kelebihannya ini. Namun yang pasti burung cenderawasih bukannya calang-calang burung. Penuh dengan keunikan, misteri, ajaib, tuah. (sumber: karyacombirayang.blogspot.co.id)
Teks Anekdot – Saat belajar bahasa Indonesia, Anda tentu akan diperkenalkan dengan struktur teks anekdot. Teks ini sangat unik karena berisi tentang cerita singkat yang mengandung unsur lucu. Tak jarang pula teks anekdot singkat yang isinya mengandung unsur pendidikan dan kehidupan. Dalam teks ini, semua kritikan tersebut dibungkus dengan model, bahasa dan pembahasan yang memberikan kesan lucu dan menarik.
Teks ini juga bisa berupa cerita yang menggambarkan suatu kejadian yang nyata atau fiksi. Tergantung dari bagaimana ide dan penyampaian orang yang menceritakannya. Teks Anekdot diceritakan dengan kisah yang sesingkat-singkatnya. Dengan cerita singkat tersebut, orang yang mendengarnya tidak akan merasa bosan. Pengertian teks anekdot adalah sebuah cerita singkat lucu dan menarik yang bisa jadi menggambarkan tentang seseorang atau suatu kejadian tertentu.
Teks Anekdot bukan hanya sekedar lelucon. Karena biasanya anekdot terkenal sebagai sindiran alami kepada suatu hal. Contoh anekdot cukup beragam. Ada yang kisahnya bertemakan tentang kehidupan, sekolah, teks anekdot pendidikan, dan masih banyak yang lainnya. Kritik juga menjadi tema yang seringkali dikisahkan dalam anekdot. Kritik tersebut bisa ditujukan untuk dunia politik, layanan publik, sosial dan lingkungan.
Pada dasarnya, cerita anekdot tidak perlu panjang. Karena yang terpenting adalah singkat dan sesuai dengan struktur serta kaidah anekdot. Tujuan cerita anekdot sendiri adalah agar pembaca atau pendengarnya tertawa dan terhibur.
Dalam membuat teks anekdot, Anda tidak bisa sembarangan. Karena meskipu tujuannya hanyalah untuk menghibur pembaca, anekdot memiliki ciri-ciri khusus. Apa saja ciri-ciri dari cerita anekdot? Inilah beberapa diantaranya.
Ciri Ciri Teks Anekdot :
Ceritanya bersifat menggelitik dan mampu membuat para pembaca terhibur
Ada unsur lucu dan humor dalam cerita
Cerita bisa jadi membicarakan tentang orang penting
Mengandung unsur sindiran
Kisahnya hampir serupa dengan dongeng, meskipun terkadang diambil dari kisah nyata
Diceritakan dengan tujuan tertentu.
Mencerita tentang karakter manusia dan hewan yang terlihat nyata dan terhubung secara umum.
Selain memiliki ciri-ciri khusus, anekdot juga memiliki struktur khusus yang harus bisa dibangun. Di bawah ini merupakan struktur teks anekdot yang perlu Anda ketahui.
Struktur Teks Anekdot :
Orientasi Struktur teks anekdot yang pertama adalah orientasi yakni bagian isi yang didalamnya berisi tentang latar belakang atau awal mula peristiwa tersebut terjadi/
Abstraksi Abstraksi berada di awal paragraf anekdot. Isinya adalah gambaran awal mengenai isi teks yang akan diceritakan.
Krisis Krisis adalah struktur teks anekdot yang berisi tentang inti masalah yang diceritakan dalam teks
Re-orientasi Re-orientasi merupakan bagian akhir teks atau penutup teks
Event Event dalam hal ini berisi tentang rangkaian peristiwa atau cerita yang terjadi
Koda Koda adalah perubahan yang terjadi dan dialami oleh tokoh
Reaksi Reaksi adalah langkah penyelesaian masalah terkait dengan inti masalah yang muncul pada bagian krisis.
Untuk membuat teks anekdot lucu, Anda juga harus memahami kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks yang dibuat. Karena sama seperti teks-teks bahasa Indonesia lainnya, kaidah bahasa benar-benar harus diperhatikan agar Anda bisa membuat anekdot yang benar.
Teks laporan hasil observasi adalah teks yang berisi penjabaran umum atau melaporkan sesuatu berupa hasil dari pengamatan (observasi). Teks laporan observasi juga disebut teks klasifikasi karena memuat klasifikasi mengenai jenis-jenis sesuatu berdasarkan kriteria tertentu.
Menggambarkan ciri, bentuk, atau sifat umum seperti benda, hewan, manusia, tumbuh-tumbuhan, atau peristiwa yang terjadi di alam semesta kita. Teks hasil observasi bersifat faktual atau berdasarkan fakta yang ada.
Tujuan teks ini:
Mengatasi suatu persoalan.
Menemukan teknik atau cara terbaru.
Mengambil keputusan yang lebih efektif.
Melakukan pengawasan dan/atau perbaikan.
Mengetahui perkembangan suatu permasalahan.
Fungsi teks ini:
Melaporkan tanggung jawab sebuah tugas dan kegiatan pengamatan.
Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan masalah dalam pengamatan.
Sarana untuk pendokumentasian.
Sebagai sumber informasi terpercaya.
Ciri-ciri teks hasil observasi:
Bersifat objektif, global, universal.
Objek yang akan dibicarakan/dibahas adalah objek tunggal.
Ditulis secara lengkap dan sempurna.
Ditulis berdasarkan fakta sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
Informasi teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
Tidak mengandung prasangka/dugaan/pemihakan yang menyimpang atau tidak tepat.
Saling berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di dalamnya.
Sifat teks laporan ini:
Bersifat Informatif.
Bersifat Komunikatif.
Bersifat Objektif.
B. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
Terdapat 2 struktur utama yang membantun teks laporan hasil observasi sehingga menjadi satu kesatuan, struktur teks nya yaitu:
Pernyataan umum (klasifikasi): merupakan pembuka atau pengantar mengenai hal yang dilaporkan. Di tahap ini akan disampaikan bahwa benda-benda di dunia bisa diklasifikasikan berdasarkan kriteria persamaan dan perbedaan.
Anggota/aspek yang dilaporkan: merupakan bahasan atau rincian tentang objek yang diamati.
Struktur lain dari teks laporan observasi:
Definisi Umum: merupakan pembukaan yang berisi pengertian mengenai sesuatu yang dibahas didam teks.
Definisi Bagian: merupakan bagian yang berisi ide pokok dari setiap paragraf (penjelasan rinci).
Definisi Manfaat: merupakan bagian yang menjelaskan manfaat dari sesuatu yang dilaporkan
Penutup: merupakan bagian rincian akhir dari teks.
C. Ciri Bahasa Teks Laporan Hasil Observasi
Ciri bahasa atau kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks ini:
Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.
Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan, termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain
Menggunakan verba aktif alam untuk menjelaskan perilaku, seperti : bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.
Menggunakan kata penghubung yang menyatakan tambahan (dan, serta), perbedaan (berbeda dengan), persamaan (sebagaimana, seperti halnya), pertentangan (tetapi, sedangkan, namun), pilihan (atau).
Menggunakan paragraf dengan kalimat utama untuk menyusun informasi utama, diikuti rincian aspek yang hendak dilaporkan dalam beberapa paragraf.
Menggunakan kata keilmuwan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif, osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom, phobia, dan lain-lain.
D. Bagaimana Langkah Menyusun Teks Laporan Hasil Observasi?
Langkah-langkahnya:
Membuat judul laporan sesuai dengan pengamatan yang telah dilakukan.
Membuat kerangka teks yang condong ke pembuatan gagasan utama sesuai dengan hasil pengamatan.
Menyusun teks berdasarkan gagasan utama yang telah dibuat, diawali dengan paragraf pernyataan umum lalu ke bagian isi. Setelah membuat klasifikasi secara umum, langkah berikutnya yaitu menjabarkan klasifikasi tersebut berdasarkan hasil pengamatan
Meneliti kembali hasil penulisan teks, jika ada kalimat janggal atau salah penulisan, segera perbaiki kembali.
Nah kamu juga harus memenuhi syarat atau kriteria teks laporan hasil observasi agar dianggap baik dan benar serta ideal, berikut ini syaratnya:
Mempunyai susunan struktur teks yang urut dan lengkap.
Dalam struktur teks tidak mempunyai kesimpulan/penutup.
Di dalam teks tidak ada opini dari penulis.
Teks menjelaskan sebuah informasi berdasarkan fakta.
Berhubung tulisan di artikel ini sudah cukup banyak, maka dari itu contoh teks ini akan kami sambung di artikel berikutnya.
Teks Negosiasi adalah bentuk interaksi sosial yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan diantara pihak-pihak yang mempunyai kepentingan yang berbeda.
Kedua pihak yang melakukan negosiasi mempunyai hak terhadap hasil yang akan disepakati. Hasil akhir negosiasi harus mempunyai persetujuan dari semua pihak sehingga semua pihak menerima hasil akhir dengan kesepakatan bersama.
Ciri-Ciri Teks Negosiasi
Yang membedakan teks negosiasi dengan teks lainnya karena negosiasi mempunyai ciri-ciri diantaranya:
Menghasilkan kesepakatan (yang saling menguntungkan).
Struktur Teks Eksposisi, Pengertian, Ciri dan Contohnya
68
Save
Teks Eksposisi – Dalam kaidah penulisan bahasa Indonesia, pasti Anda sering mendengar yang namanya Teks eksposisi, teks ini adalah sebuah paragraf yang di dalamnya terdapat sejumlah informasi. Tujuan dari penulisan paragraf jenis informasi ini adalah untuk memberikan pengertian kepada pembaca mengenai gaya penulisan, seperti gaya penulisan yang singkat, akurat dan padat. Dalam penulisannya, teks informasi satu ini juga tidak boleh dilakukan secara asal-asalan melainkan harus memperhatikan struktur teks eksposisi yang sudah ditentukan. Dibawah ini adalah struktur yang benar-benar harus diperhatikan.