About Me

My Instagram

FOLLOW YA FWEND !!!

Semangat

hidup cuma sekali

DONT WORRY

BE HAPPY

Sunday, March 31, 2019

bakteri

engertian Bakteri, Ciri-ciri, Klasifikasi, dan Contoh/Peranan

Pada artikel ini akan dibahas pengertian, ciri-ciri, struktur, klasifikasi, contoh bakteri yang menguntungkan dan merugikan, langsung saja simak pembahasan berikut ini.

Pengertian Bakteri

Bakteri adalah mikroorganisme bersel satu prokariotik yang hidup bebas dan dapat ditemukan di beberapa lingkungan seperti udara, tanah, debu, air, serta hidup di dalam tubuh hewan, tumbuhan, atau manusia. Nama bakteri berasal dari bahasa Yunani dari kata bacterion yang berarti batang kecil.
Bakteri merupakan organisme terbanyak dan paling berkelimpahan dari semua organisme. Meski ukurannya yang sangat kecil dan tidak bisa dilihat tanpa bantuan mikroskop, bakteri ada di mana Pengertian Bakteri, Ciri-ciri, Klasifikasi, dan Contoh/Peranansaja, di air, tanah, dan tubuh makhluk hidup.

Ciri-ciri Bakteri

  • Bersel satu dan sangat sederhana.
  • Prokariotik.
  • Kandungan kromosomnya haploid (n).
  • Hidup secara autotrof/heterotrof.
  • Berkembang biak/ bereproduksi dengan cara seksual dan aseksual.
  • Memiliki beberapa macam bentuk sel, yaitu bulat, batang, spiral, dan variasinya.
  • Ada yang memiliki alat gerak berupa flagel dan ada yang tidak.
  • Memerlukan kelembapan yang tinggi, sekitar 85% untuk kehidupannya.

Struktur Bakteri

struktur bakteri

Secara struktural, bakteri tersusun atas kapsul, dinding sel, membran sel, sitoplasma, materi genetik, ribosom, bulu cambuk, dan plasmid seperti pada gambar berikut ini.

A. Kapsul
Kapsul adalah selubung pelindung bakteri yang tersusun atas polisakarida. Kapsul terletak di luar dinding sel. Hanya bakteri bersifat patogen yang mempunyai kapsul. Fungsi kapsul adalah untuk melindungi diri dari kekeringan dan mempertahankan diri dari antitoksin yang dihasilkan oleh sel inang.

B. Dinding Sel

Dinding sel bakteri tersusun atas protein yang berikatan dengan polisakarida(Peptidoglikan). Dinding sel terletak di luar membran sel. Adanya dinding sel menyebabkan bentuk bakteri menjadi tetap. Dinding sel berfungsi untuk melindungi sel bakteri terhadap lingkungannya.

C. Membran Sel
Membran sel tersusun atas molekul lemak dan protein(Fosfollpid).
Membran sel bersifat semipermeabel. Membran sel mengandung enzim respirasi. Fungsinya adalah untuk membungkus plasma dan mengatur pertukaran mineral dari sel dan ke luar sel.

D. Sitoplasma
Sitoplasma adalah cairan yang terdapat di dalam sel. Sitoplasma tersusun atas koloid yang mengandung berbagai molekul organik seperti karbohidrat, lemak, protein, dan mineral. Sitoplasma merupakan tempat berlangsungnya reaksi-reaksi metabolisme.

E. Bulu Cambuk (Flagel)
Flagel adalah alat gerak pada bakteri sehingga membantu bakteri untuk mendekati makanan atau menjauh jika ada racun atau bahan kimia.

F. Materi Genetik
AND (Disebut juga DNA) bakteri tidak tersebar dalam sitoplasma, tetapi terdapat pada daerah tertentu yang disebut nukleoid. ADN berfungsi mengendalikan sintesis protein bakteri dan merupakan zat pembawa sifat.

G. Ribosom
Ribosom berfungsi dalam sintesis protein. Ribosom tersusun dari protein, jika dilihat dari mikroskop, ribosom terlihat seperti struktur kecil yang melingkar.

H. Plasmid
Selain ADN, bakteri juga mempunyai plasmid. Plasmid mengandung gen-gen tertentu, misalnya gen patogen dan gen kebal antibiotik. Plasmid juga mampu memperbanyak diri. Dalam satu sel bakteri bisa terbentuk kurang lebih 20 Plasmid.

Reproduksi Bakteri

Cara bereproduksi bakteri bisa terjadi secara seksual melalui transduksi, transformasi, dan konjugasi atau secara aseksual dengan cara pembelahan biner/diri.

Secara Seksual

1. Transduksi
Transduksi adalah pemindahan materi genetik dengan perantaraan virus. Proses ini diawali dengan masuknya virus ke dalam bakteri. Kemudian virus akan berkembang biak sehingga menyebabkan sel bakteri yang dimasukinya mengalami pecah. Virus yang baru terbentuk akan berhamburan keluar dari sel bakteri.

2. Transformasi 
Transformasi adalah pemindahan sedikit materi genetik berupa AND atau gen dari bakteri satu ke bakteri lainnya yang sejenis dengan proses fisiologis yang kompleks.

3. Konjugasi
Konjugasi adalah perkawinan antara kedua sel kelamin. Sel kelamin jantan ditandai dengan adanya rambut halus (Fili) pada permukaan dinding sel yang dapat berikatan pada suatu tempat khusus di permukaan sel betina. Reproduksi secara konjugasi terjadi pada bakteri gram negatif seperti Escherichia coliSalmonella sp., dan Pseudomonas sp..

Secara Aseksual

Perkembangbiakan secara aseksual bakteri adalah dengan cara membelah diri (Binary fission). Bakteri akan membelah menjadi 2 sel anakan, 2 menjadi 4, dan seterusnya. Pembelahan biner selesai setelah terbentuknya dinding sel. Dalam kondisi yang ideal, bakteri akan membelah diri setiap 15-20 menit.
Meskipun bakteri mampu berkembang biak secara cepat, pertumbuhan bakteri juga dipengaruhi oleh faktor suhu, sinar matahari, kelembapan, dan zat kimia. Suhu maksimal untuk pertumbuhan bakteri adalah 27C – 30C. Bakteri bisa tumbuh dengan baik pada lingkungan yang lembab. Sinar matahari mampu merusak struktur materi genetik bakteri sehingga dapat menghambat pertumbuhan bakteri.

Klasifikasi Bakteri

Berdasarkan cara hidupnya

1.  Heterotrof
Heterotrof adalah tidak bisa membuat makanan sendiri, dibagi menjadi parasit (Hidup pada inang), dan saprofit (Menguraikan sampah organik).

2.  Autotrof
Autotrof adalah jenis bakteri yang mampu membuat makana sendiri, terbagi menjadi fotoautotrof (Membuat makanan dengan bantuan cahaya), dan kemoautotrof (Membuat makanan dengna bantuan senyawa kimia).

Berdasarkan kebutuhan oksigennya

1.   Aerob
Aerob adalah membutuhkan oksigen, terbagi menjadi obligat (Sangat membutuhkan oksigen), dan fakultatif (Bisa hidup tanpa oksigen atau ada oksigen).

2.  Anaerob
Anaerob adalah bakteri yang tidak membutuhkan oksigen

Berdasarkan bentuknya

bentuk bakteri

1.  Kokus 
Kokus adalah bakteri berbentuk bulat. Kokos terbagi lagi diantaranya monokokus, diplokokus, streptokokus, stafilokokus.

2.  Basilus
Basilus yaitu bakteri berbentuk batang. Basilus terbagi menjadi beberapa bentuk diantaranya monobasil, diplobasil, streptobasil.

3.  Koma
Koma yaitu bakteri yang berbentuk koma.

4.  Spirilum
Spirilum yaitu bakteri berbentuk spiral.




Sel Bakteri Gram-Positif dengan Gram-Negatif

Pewarnaan Gram dilakukan untuk identifikasi bakteri. Warna ungu untuk Gram positif dan warna merah untuk Gram negatif.
Pada bakteri Gram positif, kandungan peptidoglikan dinding selnya lebih banyak daripada lipid. Sebaliknya pada bakteri Gram negatif, kandungan lipid-nya lebih banyak daripada peptidoglikan.
Pada bakteri Gram negatif terdapat tiga lapis pembungkus sel, yaitu membran bagian luar (Outer membrane), lapisan tengah yang merupakan dinding sel atau lapisan murein, dan membran plasma dalam. Bakteri Gram negatif kebanyakan dapat menyebabkan penyakit.

Contoh Bakteri dan Peranannya

Bakteri Menguntungkan
BidangBakteriPeranan
PertanianFiksasi nitrogen(Azotobacter, Clostridium pasteurianum, Rhodospirillum rubrum)Mengikat nitrogen bebas
Nitrifikasi(Nitrosomonas, Nitrosoccus)Membantu proses pembentukan senyawa nitrat dalam tanah
FarmasiPseudomonas denitrificansMenghasilkan vitamin B1
Streptomyces griceusMenghasilkan antibiotik streptomisin untuk penyakit TBC
Streptomyces aureofaciensMenghasilkan aureomisin
Streptomyces venezuelaeMenghasilkan kloromisetin
Bacillus brevisMenghasilkan tirotrisin
Asam(Acetobacter aceti, Propionibacterium acueus)Menghasilkan asam
Pengurai(Escherichia coli)Menguraikan sisa-sisa organisme menjadi senyawa organik
Industri Makanan/MinumanStreptococcus lactis, Lactobacillus caseiPembuatan keju
Lactobacillus bulgaricus, Streptococcus thermophilusPembuatan yoghurt
Acetobacter xylinumPembuatan nata de coco

Bakteri Merugikan
BakteriBentukPenyakitTempat Infeksi
ClostridiumTetanusBasilOtot
Diplococcus pneumoniaPneumoniaKokusParu-paru
Mycobacterium tuberculosaTBCBasilParu-paru
Mycobacterium lepraeLepraKokusJaringan tubuh (Kulit)
Neisseria gonorhoeaeGonorhocaKokus/BasilAlat kelamin
Pasteurella pestisPesBasilKulit
Salmonella typhosaTifusBasilUsus halus
Shigella dysentriaeDisentriBasilUsus halus
Treponema pallidumSipilisSpiralAlat kelamin
Vibrio commaKorelaKomaUsus halus
Mycobacterium anthraxAntraksBasilSaluran napas
Corynebacteri diphteriDipteriBasilSaluran napas
Share:

virus

Secara bahasa virus yang merupakan bahasa latin yaitu dari kata virion yang memiliki arti racun. Pengertian virus adalah parasit mikroskopik yang mampu menginfeksi sel organisme. Virus hanya dapat bereproduksi di dalam material hidup dengan cara menginvasi dan memanfaatkan sel makhluk hidup, hal itu dikarenakan virus tidak memiliki perlengkapan selular untuk bereproduksi sendiri.
Oleh karena itu virus disebut juga parasit obligat karena sifatnya tersebut. Umumnya virus memiliki sejumlah asam nukleat yang DNA ataupun RNA (namun tidak kombinasi keduanya). Asam nukleat tersebut diselubungi bahan yang mampu melindungi bagian virus yang terdiri dari glikoprotein, protein dan lipid (bisa juga kombinasi ketiganya)

Struktur Dan Anatomi Virus

Setelah memahami apa pengertian virus, selanjutnya perlu diketahui juga susunan dari virus. Struktur virus sendiri terdiri dari kepala, kapsid, isi tubuh dan ekor. Pada bagian kepala, terdapat DNA atau asam nukleat. Sedangkan kapsid merupakan selubung yang berbentuk protein.
Fungsi dari kapsid adalah memberi bentuk virus sekaligus melindungi virus dari kondisi lingkungan yang mampu merugikan virus. Isi tubuh virus yang disebut virion ini terdiri dari asam inti yang merupakan materi generik berisi kode-kode pembawa sifat virus. Sedangkan ekor virus merupakan alat yang digunakan untuk menempel pada makhluk hidup (inang).

Ciri-Ciri Virus

Virus dapat diidentifikasi melalui beberapa ciri-ciri berikut ini. Pertama, virus berukuran sangat kecil yaitu sekitar 20-300 milimikron. Kedua, virus tidak memiliki sel/ asesuler.
Ketiga, sebagian besar virus berupa kristal/ hablur. Keempat, virus bisa berbentuk oval, silinder, kompleks atau polyhedral, kelima, hanya memiliki salah satu asam nukleat saja. Keenam, tidak dapat membelah diri dan bergerak. Ketujuh, mampu hidup di sel makhluk hidup jenis apa saja.

Peranan Virus

Kebanyakan dari jenis virus memang merugikan, dimana virus yang menyerang tumbuhan juga menyebabkan kerusakan atau matinya tumbuhan. Contohnya pada daun tembakau yang diserang tobacco Mozaic virus. Selain itu virus juga dapat menginfeksi pada hewan, contohnya cacar pada sapi Vicinia Virus.
Disisi lain, manusia juga sangat mudah terserang oleh virus yang menyebabkan penyakit Influensa, AIDS, SARS, Flu burung dan masih banyak lagi. Namun peranan virus disini tidak hanya merugikan saja.
Pasalnya virus yang telah dilemahkan dapat dimanfaatkan dalam bidang kesehatan, diantaranya membuat antitoksin, melemahkan bakteri, memproduksi vaksin dan menyerang patogen. Nah itulah pengertian virus dan penjelasan singkatnya, semoga bermanfaat.
Share:

permasalahan biologi

ermasalahan biologi pada tingkat molekul


Molekul merupakan tingkat organisasi kehidupan terendah pada makhluk hidup. Molekul penyusun makhluk hidup pada umumnya dapat dikelompokkan menjadi 2, yaitu molekul sederhana dan molekul kompleks.

Contoh permasalahan biologi yang muncul pada tingkat molekul adalah virus. Tubuh virus tersusun atas protein dan asam nukleat. Meskipun tersusun oleh komponen yang sangat sederhana tersebut, virus dapat tumbuh dan berkembang biak saat berada dalam tubuh makhluk hidup. Oleh karena itu, virus dimasukkan ke dalam kelompok tersendiri dalam klasifikasi makhluk hidup.


Permasalahan biologi pada tingkat sel


Tingkat organisasi di atas molekul adalah sel. Sel yang menyusun makhluk hidup pada umunya dibedakan menjadi dua, yaitu sel tunggal dan sel majemuk. Sel yang merupakan unit struktural dan fungsional pada makhluk hidup memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
  1. Tumbuh dan berkembang.
  2. Dapat menghasilkan keturunan (bereproduksi).
  3. Melakukan pencernaan intrasel dan pengeluaran (digesti).
  4. Mampu memberikan tanggapan atau respons terhadap rangsangan.


Contoh permasalahan biologi yang muncul pada tingkat sel adalah perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan. Secara struktural dan fungsional, sel hewan dan sel tumbuhan mempunyai perbedaan yang sangat nyata.


Permasalahan biologi pada tingkat jaringan


Kumpulan dari beberapa sel akan membentuk jaringan. Jaringan pada makhluk hidup mempunyai struktur dan fungsi khusus. Beberapa jaringan penyusun tumbuhan antara lain jaringan epidermis, parenkim, sklerenkim, xilem, floem, dan lain-lain. Adapun contoh jaringan penyusun hewan antara lain jaringan otot, epitelium, tulang, dan saraf.

Contoh masalah biologi yang muncul pada tingkat jaringan adalah adanya struktur khusus pada epidermis daun sehingga karbondioksida dapat masuk ke tubuh tanaman dan digunakan untuk pengolahan makanan (fotosintesis).


Permasalahan biologi pada tingkat organ


Sekumpulan jaringan akan bekerjasama membentuk organ. Salah satu organ penyusun tubuh manusia adalah mata. Mata merupakan organ manusia yang tersusun atas jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf.

Contoh masalah biologi pada tingkat organ adalah adanya infeksi pada organ mata sehingga menyebabkan penglihatan manusia terganggu.


Permasalahan biologi pada tingkat sistem organ

Beberapa organ yang ada pada makhluk hidup akan membentuk sistem organ. Beberapa sistem organ yang ada pada manusia adalah sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem ekskresi, sistem koordinasi, sistem gerak, sistem peredaran darah, sistem pertahanan tubuh, dan sistem reproduksi.

Contoh masalah biologi yang muncul pada tingkat sistem organ adalah adanya kembar siam yang hanya memiliki satu sistem pencernaan.



Permasalahan Biologi pada Berbagai Tingkat Organisasi Kehidupan


Permasalahan biologi pada tingkat individu


Individu terbentuk karena adanya beberapa sistem organ yang saling berhubungan. Permasalahan biologi pada tingkat individu adalah setiap individu tidak dapat hidup sendiri, tetapi harus berinteraksi dengan individu lainnya. contoh individu adalah seekor sapi dan sebuah pohon kelapa.


Permasalahan biologi pada tingkat populasi


Beberapa individu sejenis akan saling berinteraksi membentuk populasi. Individu dikatakan sejenis apabila dapat melakukan perkawinan dan  menghasilkan keturunan yang fertil. Jadi, bukan sesama jenis kelamin. Yang dimaksud sejenis di sini adalah manusia laki-laki dengan manusia perempuan, sapi jantan dengan sapi betina, ikan hiu dengan ikan hiu, dan lain-lain. Contoh populasi adalah sekumpulan manusia, sekumpulan sapi, sekumpulan ikan hiu, sekumpulan tanaman , dan lain-lain.

Salah satu masalah biologi pada tingkat populasi adalah budi daya ikan mas. Untuk melakukan budi daya ikan mas, maka kita membutuhkan individu-individu sejenis yang mempunyai sifat unggul sehingga dapat menghasilkan keturunan yang fertil.


Permasalahan biologi pada tingkat ekosistem


Ekosistem berasal dari kata oikos dan systema. Oikos berarti rumah sendiri dan systema yang berarti bagian-bagian yang utuh dan saling mempengaruhi. Oleh karena itu, ekosistem dapat diartikan sebagai sistem yang dibentuk oleh suatu daerah, di mana komponen makhluk hidup dan lingkungannya terdapat hubungan timbal balik dan saling mempengaruhi. Ekosistem tersusun atas komponen biotik dan komponen abiotik.

Contoh masalah biologi yang muncul pada tingkat ekosistem adalah adanya pencemaran perairan yang menyebkan matinya beberapaa jenis ikan yang hidup di perairan tersebut. Selain matinya ikan, pencemaran tersebut juga akan mengancam kehidupan yang ada di ekosistem tersebut.


Permasalahan biologi pada tingkat bioma


Bioma merupakan masyarakat umum dari kehidupan organisasi yang ada di permukaan bumi. Menurut garis lintang, ada 6 macam bioma, yaitu bioma gurun, padang rumput (savana), hutan gugur, hutan hujan tropis,  taiga, dan tundra (padang lumut). Contoh masalah biologi yang muncul pada tingkat bioma adalah kondisi lingkungan yang mempengaruhi keragaman jenis tumbuhan dan hewan yang ada pada suatu bioma.

Demikianlah penjelasan mengenai macam-macam permasahalan biologi yang bisa muncul pada berbagai tingkat organisasi kehidupan. Semoga tulisan ini bermanfaat untuk kita semua. 
Share:

keanekaragaman hayati

1. Keanekaragaman Tingkat Genetik
Keanekaragaman tingkat genetik terjadi karena adanya keanekaragaman susunan gen. Jadi, perangkat gen itulah yang menentukan ciri dan sifat yang dimiliki oleh suatu individu. Contohnya? Ya perbedaan tipe rambut tadi. Adanya orang yang berambut keriting, lurus, ikal, itu terjadi karena adanya keanekaragaman tingkat genetik.
keanekaragaman hayati
Bunga mawar Rosa hybrida. (Sumber: plengdut.com)
Salah satu contoh lainnya ada pada bunga mawar. Meski sama-sama bunga mawar dan mempunyai nama spesies Rosa hybrid, tetapi warna mahkota pada bunga mawar bisa berbeda. Hal ini karena susunan gen penyusun bunga mawar yang satu dengan bunga mawar yang lain berbeda.
keanekaragaman hayati
Lalat buah. (Sumber visualsunlimited.photoshelter.com)
Contoh lain juga terjadi pada lalat buah (Drosophila melanogaster). Kalau kita perhatikan dari gambar, meskipun sama-sama lalat buah, tapi mata lalat ini bisa berbeda, kan? Lalat yang satu berwarna merah, dan yang satunya berwarna putih. Ini pun menunjukkan bahwa adanya keanekaragaman genetik.
Sekarang, coba kamu pikir, kira-kira ada keanekaragaman genetik apa lagi yang ada di sekitarmu?
Perbedaan rasa pada setiap buah mangga juga termasuk ke dalam keanekaragaman genetik, lho.
2. Keanekaragaman Tingkat Individu/Spesies 
Berbeda dengan keanekaragaman tingkat genetik, keanekaragaman tingkat individu/spesies ini menunjukkan adanya jumlah dan variasi dari jenis-jenis organisme. Lalu, kenapa bisa terjadi keanekaragaman tingkat individu/spesies?
Keanekaragaman ini bisa terjadi karena adanya pengaruh kandungan genetik dengan habitatnya.
keanekaragaman hayati
Palem-paleman, contoh keanekaragaman tingkat individu
Contoh dari keanekaragaman individu/spesies ini ada pada Arecaceae atau palem-paleman. Kalau kita perhatikan secara sekilas, bentuk fisik tanaman ini mirip, kan, Squad? Padahal, semuanya merupakan jenis/individu yang berbeda. Pohon aren, misalnya. Yang mempunyai nama latin Arenga pinnata dan Pinang yang nama latinnya Areca catechu. Selain itu, habitat pohon aren yang biasa tumbuh di pegunungan, mempunyai struktur daun yang jauh berbeda dengan pohon kelapa yang tumbuh di pantai.
Perbedaan habitat inilah yang menyebabkan setiap tanaman tadi mempunyai ciri khusus dari tiap spesiesnya.
3. Keanekaragaman Tingkat Ekosistem
Di atas keanekaragaman tingkat genetik dan individu, ada keanekaragaman tingkat ekosistem. Ini artinya, setiap ekosistem mempunyai keunikan dan ciri khasnya sendiri-sendiri. Keanekaragaman tingkat ekosistem menggambarkan jenis populasi organisme dalam suatu wilayah. Adanya keanekaragaman tingkat ekosistem ini ditunjukkan dengan adanya perbedaan faktor abiotik serta komposisi jenis populasi organismenya.
keanekaragaman hayati
Nah, dari tiap-tiap ekosistem di atas, semuanya memiliki perbedaan baik jenis tanaman yang hidup di sana, hewan-hewan, serta lingkungan yang saling memengaruhinya.
Bagaimana, Squad, sekarang sudah tidak bingung kan, apa itu keanekaragaman hayati dan pembagiannya mulai dari keanekaragaman tingkat gen, tingkat individu/spesies, dan keanekaragaman tingkat ekosistem. Kalau kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai materi ini, yuk tonton video pembelajaran beranimasi di ruangbelajar!


 Sudah menemukan contoh-contoh lainnya di sekitarmu? Coba tulis di kolom komentar, ya!
Share:

konsep mol

PENGERTIAN KONSEP MOL

Untuk menyederhanakan jumlah partikel yang luar biasa kecilnya ini digunakan konsep molMol menyatakan satuan jumlah zat. Satuan jumlah zat ini sama halnya dengan penyederhanaan jumlah suatu barang. Contoh,1 lusin digunakan untuk menyederhanakan 12 satuan barang pecah belah dan 1 rim untuk menyatakan 500 lembar kertas. Penyederhanaan ini perlu dilakukan karena proses kimia yang berlangsung dalam kehidupan sehari-hari melibatkan sekumpulan partikel sangat kecil yang jumlahnya sangat besar. Satuan partikel-partikel tersebut terlampau sulit untuk diamati.
1 mol = L partikel
L =Bilangan Avogadro = 6,02 x 1023
Jadi, konsep mol adalah satuan jumlah zat yang menyatakan banyaknya partikel zat itu.

RUMUS KONSEP MOL

Dengan demikian, 1 mol zat mengandung 6,02 x 1023 partikel. Hubungan antara jumlah mol dan jumlah partikel dapat dirumuskan sebagai berikut:
Jumlah mol X (n) = jumlah partikel X/ L
atau
Jumlah partikel X = n x L
Bilangan Avogadro (L) ditemukan oleh Johann Loschmidt pada 1865. Nama Avogadro dipilih sebagai penghormatan kepada Avogadro karena beliau orang pertama yang mengusulkan perlunya satuan jumlah partikel. Adapun nama Loschmidt diabadikan sebagai simbol bilangan tersebut, L.
Nilai bilangan Avogadro adalah L = 6,02 x 1023. Dapatkah Anda bayangkan besarnya angka tersebut? Seandainya dikumpulkan sebanyak 6,02 x 1023 butir beras, beras itu dapat ditimbunkan pada permukaan benua Australia dengan ketinggian mencapai satu kilometer! Atau, jika dimisalkan atom sebesar kelereng dan disebarkan di permukaan bumi, seluruh permukaan bumi akan tertutup kelereng dengan ketebalan lapisan 80 km! Bilangan yang luar biasa besarnya ini dipilih untuk menyatakan jumlah atom karena kepraktisan dan ketepatannya. Bayangkan,alangkah rumitnya jika jumlah atom dinyatakan dalam satuan butir, lusin, gros, kodi, atau satuan lainnya.
Bilangan Avogadro bersifat istimewa karena menguhungkan satuan gram dengan sma. Contoh, sebanyak 6,02 x 1023 atom C-12 memiliki massa sebesar 12 gram. Anda perhatikan, angka 12 gram setara dengan massa atom realtif C-12 yakni 12 sma. Inilah inti dari konsep mol yang diusulkan oleh Avogadro.
Berikut ini contoh penggunaan bilangan Avogadro dalam perhitungan kimia.

CONTOH SOAL KONSEP MOL

CONTOH SOAL KONSEP MOL 1

Reaksi pembakaran yang sempurna menghasilkan gas karbon dioksida (CO2). Jika dalam satu hari sebuah bus rata-rata melepaskan 1 mol CO2 dalam emisi gas buangnya, berapa jumlah atom dari CO2 yang dilepaskan bus tersebut selama seminggu?
Penyelesaian:
Jumlah mol CO2 = 1 mol/hari x 7 hari = 7 mol
Jumlah atom dalam satu molekul CO2 = 1 atom C + 2 atom O = 3 atom
Jumlah Molekul CO2 = 7 x 6,02 x 1023 molekul = 42,14 x 1023 molekul
Jadi, jumlah atom dari CO2yang dilepaskan = 42,14 x 1023 molekul x 3 atom/molekul = 1,26 x 1025atom

CONTOH SOAL KONSEP MOL 2

Berapa jumlah mol natrium yang terdapat dalam 6,02 x 1024 atom Na?
Penyelesaian:
Jumlah mol Na = Jumlah partikel / L = 6,02 x 1024 molekul / 6,02 x 1023 molekul mol-1= 10 mol
Jadi, 6,02 x 1024 atom Na = 10 mol.

CONTOH SOAL KONSEP MOL 3

Berapa jumlah mol ammonia yang terdapat dalam 3,01 x 1026 molekul NH3?
Penyelesaian
Jumlah mol NH3 = 3,01 x 1026 molekul / 6,02 x 1023 molekul mol-1 = 500 mol
Jadi, 3,01 x 1026 molekul NH3 = 500 mol
Demikian tulisan mengenai konsepmol. Jika ada masukan, saran, ataupun pertanyaan silahkan berkomentar ya. Semoga bermanfaat….
Share:

stokiometri

Stoikiometri adalah dasar perhitungan kimia yang menyatakan relasi kuantitatif rumus kimia dan persamaan kimia. Berikut ini materi yang perlu kamu ketahui untuk memahaminya, mulai dari konsep mol dan massa molar, rumus empiris dan rumus molekular, dasar stoikiometri larutan dan gas ideal, dan penulisan dan penyetaraan reaksinya, disertai contoh soal dan pembahasannya.

Konsep Mol dan Massa Molar (})

Dalam sistem SI, satu mol didefinisikan sebagai jumlah dari materi yang terdiri dari entitas-entitas (atom-atom, molekul-molekul, atau partikel-partikel lainnya) sejumlah jumlah atom-atom yang berada dalam 12 gram karbon-12. Nilai jumlah atomtersebut adalah 6,022×1023 yang disebut bilangan Avogadro, NA.
Punya PR yang gak ngerti? Yuk tanya di Forum StudioBelajar.com
Lihat juga materi StudioBelajar.com lainnya:
Konfigurasi-Elektron
Ikatan Kimia
Massa molar, }, didefinisikan sebagai massa dari 1 mol entitas (atom, ion, molekul, unit formula) dari materi. Satuan dari massa molar (}) adalah gram/mol.
m = n \}
N = nN_A
Mau latihan soal? Yuk jawab pertanyaan di Forum StudioBelajar.com
konsep stoikiometriMateri Stoikiometri: Hubungan massa, jumlah mol, dan jumlah atom dari unsur
(Sumber: Chang, Raymond. 2010. Chemistry (10th edition). New York: McGraw Hill)

Rumus Empiris dan Rumus Molekuler

Rumus empiris merupakan rasio bilangan bulat paling sederhana dari jumlah mol dari masing-masing unsur dalam suatu senyawa. Rumus molekuler merupakan jumlah mol sebenarnya dari masing-masing unsur dalam 1 mol senyawa. Rumus molekuler bisa saja identik dengan rumus empiris ataupun merupakan kelipatan bilangan bulat dari rumus empiris. Sebagai contoh, asam fosfat (H3PO4) memiliki rumus molekuler dan rumus empiris yang identik. Glukosa memiliki rumus molekuler C6H12O6 yang merupakankelipatan 6 kali rumus empirisnya, CH2O.
rumus molekuler ≡ (rumus empiris)n
}rumus molekuler = n× }rumus empiris, n = 1, 2, 3, …

Dasar Stoikiometri Larutan

Istilah “konsentrasi” larutan menyatakan jumlah zat terlarut yang dilarutkan dalam sejumlah tertentu pelarut atau sejumlah tertentu larutan. Konsentrasi larutan dapat dinyatakan dalam molaritas. Molaritas (M) didefinisikan sebagai jumlah mol zat terlarut per liter larutan.
M = \frac{n}{V}

Dasar Stoikiometri Gas Ideal

Volum molar, Vm, didefinisikan sebagai volum dari 1 mol entitas (atom, ion, molekul, unit formula) dari materi. Satuan dari volum molar (Vm) adalah L/mol.
V_m = \frac{V}{n}
Hukum Avogadro menyatakan bahwa pada tekanan dan temperatur tertentu dan tetap, volum gas secara langsung berbanding lurus terhadap jumlah gas.
V \infty n [P, T \: konstan]
\frac{V}{n} = konstanta \: [P, T \: konstan
Masih bingung? Yuk diskusi di Forum StudioBelajar.com
V_m = konstanta \: [P, T \: konstan]
Pada keadaan STP (P = 1 atm, T = 273 K), Vm gas ideal = 22,414 L/mol
Pada keadaan RTP/ATP (P = 1 atm, T = 298 K), Vm gas ideal = 24 L/mol
Pada keadaan tertentu, berlaku hukum gas ideal:
PV = nRT
V_m = \frac{RT}{P}
di mana R adalah tetapan gas, R = 0,08206 L∙atm/mol∙K = 8,314 J/mol∙K
Persamaan reaksi kimia adalah pernyataan yang ditulis dengan rumus molekuler yang memberikan informasi identitas dan kuantitas zat-zat yang terlibat dalam suatu perubahan kimia ataupun fisika. Semua zat yang bereaksi, disebut pereaksi/reaktan, ditempatkan di sebelah kiri tanda panah, yang arah panahnya ke kanan menunjuk pada produk, yakni semua zat yang dihasilkan dari reaksi.
Dalam persamaan reaksi, dikenal koefisien reaksi, yaitu bilangan yang berada di sebelah kiri rumus molekuler untuk mengalikan semua atom dalam rumus molekuler tersebut. Perbandingan koefisien-koefisien reaksi dapat diinterpretasi sebagai perbandingan mol zat-zat dalam reaksi. Pada setiap reaktan dan produk, dituliskan wujud zatnya (s (padat), l (cair), g (gas), atau aq (larutan dengan pelarut air)) dalam tanda kurung di sebelah kanan rumus molekuler masing-masing.
Contoh persamaan reaksi kimia setara:
persamaan reaksi
Contoh langkah-langkah menyetarakan persamaan reaksi:
Mau latihan soal? Yuk jawab pertanyaan di Forum StudioBelajar.com
1.penyetaraan persamaan reaksi
2.perhitungan stoikiometri
3.perhitungan kimiaa
4.hasil setara

Stoikiometri Reaksi

Dalam reaksi kimia, jumlah reaktan-reaktan yang bereaksi kadang tidak sesuai dengan jumlah stoikiometrik reaksi (tidak sesuai dengan perbandingan koefisien pada persamaan reaksi setara). Oleh karena itu, akan ada reaktan yang habis bereaksi terlebih dahulu dibanding reaktan lainnya. Reaktan yang masih tersisa setelah bereaksi disebut sebagai pereaksi berlebih. Reaktan yang habis duluan itu disebut sebagai pereaksi pembatas. Setelah pereaksi pembatas habis, tidak ada lagi produk reaksi yang terbentuk. Jadi, jumlah pereaksi pembatas menentukan jumlah produk yang dihasilkan.

Contoh Soal Stoikiometri

Logam alkali (golongan 1) bereaksi dengan halogen (golongan 17) membentuk senyawa ionik logam halida. Berapa gram kalium klorida yang terbentuk dari reaksi 5,25 L gas klorin pada tekanan 0,950 atm dan temperatur 293 K dengan 17,0 g kalium?
Jawab:
pembahasan soal stoikiometri
Share:

Label

Jadwal Sholat

jadwal-sholat

Informasi

BLOG PINTAR

Jam

Jenis Bangun Datar

Blogger templates